Berita Kami

image

BENTENGI BANGSA DARI PAHAM KOMUNIS DENGAN PANCASILA

PERPENAS - PERKUMPULAN GEMA PENDIDIKAN NASIONAL ADMIN WEBSITE 25/09/2017

Jumat/22 September 2017 Dr. Yudi Latif berada ditengah ratusan mahasiswa baru Untag Banyuwangi.  Kehadiran Kepala Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila itu dalam rangka memberikan Kuliah Umum sebagai kelanjutan Orientasi Program Studi dan Pengenalan Kampus (OPSPEK) 2017 yang menjadi salah satu upaya penguatan nilai Pancasila dan Wawasan Kebangsaan bagi mahasiswa yang baru saja bergabung di Kampus yang mendapat julukan Kampus Merah Putih ini. 

Kuliah Umum dengan tema Kontribusi Untag Banyuwangi menyongsong 1 abad Indonesia, dilaksanakan mulai pukul 14.00 – 16.30 WIB di Auditorium Untag Banyuwangi. Tema tersebut sebagai komitmen Untag Banyuwangi terhadap tujuan visi perguruan tinggi yaitu menciptakan generasi  yang unggul, taat azas  dan berwawasan kebangsaan. 
Dalam pemaparannya, Yudi Latif mengawali dengan menampilkan peta Indonesia, sebagai gambaran beragamnya Indonesia dan nilai-nilai yang ada didalamnya, baik tentang suku, bangsa, budaya, yang kesemuanya dapat dipersatukan karena Pancasila. 
Dari segala hal yang beraneka ragam, begitu juga permasalahan yang ada di Indonesia terutama yang terkait dengan hal2 yang dapat mengakibatkan perpecahan, pemersatunya adalah Pancasila. Tidak terkecuali untuk membentengi bangsa dari paham komunis. Kembali saja pada Pancasila. 
“Kita pastikan Ideologi Pancasila tersampaikan dengan baik, Pancasila memiliki daya tahan untuk merespons” ujarnya 
Menurut Yudi, dalam peta geopolitik, ideologi komunisme sudah tidak mungkin bisa berkembang. Banyak negara yang menganut ideologi komunis, seperti halnya Tiongkok, saat ini justru malah lebih condong pada ideologi nasionalisme konfusion.
"Katakanlah, posisi komunisme masih hidup, kalau kita ketakutan dan buta pada peta geopolitiknya, ini menandakan daya tahan Pancasila masih lemah," ungkapnya.
Dengan menguatnya isu komunis dalam beberapa waktu ke belakang, Yudi Latief justru mengajak masyarakat untuk mengembangkan ideologi Pancasila lebih sakti. "Dari pada kita terus-terusan defensif (menghadapi ancaman ideologi komunisme), lebih baik kita mengembangkan Pancasila ini agar lebih sakti," ajaknya.
 

Didalam Pancasila ada semangat gotong royong. Inti dari semangat gotong royong adalah semangat kasih sayang. Semua agama pun mengajarkan tentang kasih sayang pada sesama. "itulah yang disebut Pancasila" tegasnya.   

Rektor Untag Banyuwangi, Drs. Andang Subaharianto,M.Hum mengatakan Untag mulai merekonstruksi anak-anak muda, dengan membekali mereka agar tidak menjadi generasi yang berlawanan dengan sejarah. Tetapi menjadi yang tahu dengan sejarah. “Mereka harus mengetahui mengapa Indonesia harus berdasarkan 4 pilar, Pancasila,UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika” Kegiatan Kuliah Umum adalah langkah awal rencana besar Untag Banyuwangi untuk membekali mahasiswa menjadi generasi unggul. “karena unggul saja tidak cukup untuk Indonesia ke depan, tetapi unggul yang paham dengan sejarah” tegas Rektor.   

Usai memberi Kuliah Umum, penulis buku “Negara Paripurna” itu melakukan penandatanganan MoU bersama Rektor Untag Banyuwangi. Sebagai bentuk kerjasama untuk pendidikan karakter dan penanaman ideologi Pancasila bagi mahasiswa Untag Banyuwangi. 

Acara yang juga dihadiri oleh Kepala Bakesbangpol mewakili Bupati Banyuwangi, Forpimda, Jajaran Rektorat dan Dosen Untag Banyuwangi akan menjadi awal kegiatan serupa yang akan dilaksanakan setiap tahun dalam penerimaan mahasiswa baru.